Denpasar, Bali
Login Admin
I Made Mudiartana, S.Pd.SD., M.Pd.

I Made Mudiartana, S.Pd.SD., M.Pd.

Pengawas Sekolah Disdikpora Kota Denpasar

Opini

Pengelolaan Kinerja Menuju Dampak Nyata di Sekolah

13 September 2026 I Made Mudiartana 5 (1 Ulasan)
Pengelolaan Kinerja Menuju Dampak Nyata di Sekolah
Selama dua tahun mendampingi berbagai sekolah, ada satu fenomena yang kerap berulang di setiap akhir periode akademik yakni kepanikan menyiapkan tumpukan dokumen untuk Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). Fokus utama seringkali terjebak pada kelengkapan kertas kerja, menggeser esensi dari penilaian itu sendiri. Namun, pendidikan kita kini tengah mengalami pergeseran paradigma yang fundamental. Kita tidak lagi berbicara tentang "Penilaian Kinerja" yang kaku, melainkan "Pengelolaan Kinerja" yang dinamis.

Transformasi ini sangat krusial karena pengelolaan kinerja bukanlah sekadar ajang pengecekan daftar centang administrasi. Terdapat tiga ciri utama yang mendasari transformasi pengelolaan kinerja saat ini: mudah, bermakna, dan bermutu untuk semua. Pertama, proses ini didesain agar "mudah", di mana waktu guru dan kepala sekolah tidak lagi tersita hanya untuk urusan administrasi, dan tidak ada lagi proses unggah dokumen yang membebani. Kedua, pengelolaan ini "bermakna" karena kinerja diukur menggunakan indikator yang relevan, serta memungkinkan penyusunan prioritas berdasarkan kondisi spesifik sekolah dan daerah. Ketiga, tujuannya adalah "bermutu untuk semua", memastikan bahwa perubahan yang terjadi tidak berhenti di atas kertas, tetapi melalui proses berbasis praktik yang sungguh-sungguh berdampak di kelas maupun di sekolah.

Arah transformasi ini mengubah cara pandang kita secara drastis, bergerak dari pengelolaan kinerja yang bersifat pengendalian menuju pengelolaan kinerja sebagai sebuah proses pembelajaran. Tujuan utamanya bukan lagi sekadar kepatuhan terhadap standar, melainkan upaya sadar untuk meningkatkan kualitas kinerja individu dan tim. Metodenya diubah menjadi sebuah proses yang berkelanjutan, di mana refleksi dari kesalahan dijadikan batu loncatan untuk peningkatan yang berkesinambungan. Umpan balik yang diberikan di setiap tahapannya ditujukan murni untuk melakukan perbaikan kualitas kinerja ke depan.

Pendekatan reflektif ini sangat sejalan dengan komitmen kita di Kota Denpasar untuk terus mengedepankan kepemimpinan sekolah yang berbasis data demi mewujudkan iklim pembelajaran positif bagi peserta didik. Ketika kepala sekolah merumuskan kebijakan, program, maupun keputusan strategis, dampaknya harus terukur pada peningkatan kualitas ekosistem belajar, bukan pada tebalnya laporan akhir tahun.

Tentu saja, transformasi ini tidak bisa berjalan dalam kesendirian. Pengelolaan kinerja adalah sebuah ekosistem kolaboratif yang melibatkan tiga aktor utama: Kepala Sekolah sebagai pegawai, Pengawas Sekolah (yang dapat berkolaborasi dengan pimpinan yayasan untuk sekolah swasta) sebagai Tim Kinerja, dan Kepala Dinas Pendidikan sebagai Pejabat Penilai Kinerja.

Sebagai Pengawas Sekolah, peran saya dalam Tim Kinerja adalah melaksanakan pembinaan, memberikan usulan rating hasil kerja, serta memberikan umpan balik yang konstruktif. Di sisi lain, Kepala Sekolah memiliki ruang yang aman untuk merencanakan upaya peningkatan, mendapatkan bimbingan, serta mendiskusikan upaya perbaikan tersebut. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan memegang peran strategis untuk memantau, mengevaluasi, dan pada akhirnya menetapkan predikat kinerja secara objektif.

Melalui tulisan ini, saya mengajak rekan-rekan pengawas, kepala sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mengubah pola pikir kita. Mari kita jadikan pengelolaan kinerja sebagai cermin yang memantulkan sejauh mana kepemimpinan kita membawa kebaikan bagi sekolah. Keberhasilan seorang kepala sekolah pada akhirnya tidak diukur dari seberapa rapi map akreditasinya, melainkan dari seberapa besar kebijakan dan keputusannya mampu menghadirkan senyum, kompetensi, dan masa depan yang lebih cerah bagi setiap murid di sekolahnya.

Ulasan & Tanggapan (1)

Tinggalkan Jejak Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

I
I Wayan Kiyonegara, S.Pd.
14 Sep 2026, 11:06

Keren